Santri Akhir Babun Najah Ikuti Amaliyahtu Tadris (Micro Teaching)
Banda Aceh - Amaliyahtu tadris (micro teaching) adalah kegiatan yang bersifat wajib di Pesantren Modern Babun Najah untuk santri kelas akhir sebagai upaya mencetak generasi ber’akhlakul karimah secara personal, intelektual, dan juga mental.
Pesantren Modern Babun Najah Ulee Kareng Kota Banda Aceh menggelar kegiatan Amaliyahtu Tadris (Micro Teaching) Berbahasa Inggris dan Arab untuk santriwan/santriwati kelas akhir pada tanggal 5-12 November, Semester Ganjil Tahun Pelajaran: 2022-2023.

Kegiatan tersebut diawali dengan Penampilan Perdana Micro Teaching yang dipilih dua santri dari 130 Santri Kelas Akhir Serta dihadiri oleh seluruh dewan guru dan santri-santri kelas akhir sebagai Muntaqid (Pengoreksi) saat proses Micro Teaching berlangsung di Mushalla. (Sabtu, 05/11/2021).
Wakil Pimpinan Pesantren Modern Babun Najah, Ust. Arifin Ramli, S.Hum menyampaikan bahwa adalah kegiatan yang bersifat wajib bagi santri kelas akhir sebagai upaya mencetak generasi ber’akhlakul karimah secara personal, intelektual, dan juga mental.
“Karena Mental adalah dasar keberanian seseorang ber’inovasi menyampaikan gagasan intelektual dalam bentuk Micro Teaching”, jelasnya.
Secara teknis, Amaliyah Tadris dilakukan Penampilan Perdana yang diambil dua santri dari kelas akhir dan dievaluasi oleh seluruh dewan guru sebagai contoh Amaliyah yang sebenarnya.

Apapun propesi Alumni Babun Najah nantinya, mereka wajib melakukan menyampaikan materi/nasehat baik secara formal ataupun non formal. Karena itu, mereka wajib mengetahui metode pendidikan yang sistematis sehingga diterima oleh masyarakat sebagai guru yang profesional, dan itu diajarkan melalui Amaliyah Tadris (Micro Teaching)” ungkap Wakil Pimpinan saat pembukaan acara amaliyahtu tadris.
Ust. Arda Julhusnil, sebagai ketua panitia Amaliyahtu Tadris mengatakan bahwa metode pembelajaran Amaliyahtu Tadris mengacu kepada kitab Tarbiyah yang ditulis oleh Pondok Pesantren Darussalam Gontor tetapi musyrif/musyrifah juga dibolehkan menganjurkan santri akhir bimbingannya untuk berinovasi dengan metode kurikulum 2013 revisi nasional. (HB)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Guru PAI MAS Babun Najah Ikuti Focus Group Discussion Bedah Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta
Banda Aceh — Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Babun Najah Banda Aceh mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Bedah Perangkat Ajar Kuri
MAS Babun Najah Banda Aceh Menjadi Salah Satu Madrasah Mitra PPKPM FTK UIN Ar-Raniry
Banda Aceh — MAS Babun Najah Banda Aceh menjadi salah satu madrasah yang tercantum sebagai sekolah/madrasah mitra dalam pelaksanaan Praktik Profesi Keguruan dan Pengabdian Masyara
KKN Universitas Abulyatama Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Pondok Pesantren Modern Babun Najah
Banda Aceh — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abulyatama menggelar kegiatan sosialisasi edukasi dan pencegahan narkoba di Pondok Pesantren Modern Babun Najah, Banda
Menjemput Masa Depan: Santri Babun Najah Kenal Lebih Dekat LIPIA Banda Aceh
Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh menggelar sebuah kegiatan edukatif yang penuh makna melalui kunjungan sosialisasi dari tim LIPIA Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi salah satu bent
Sinergi Ilmu: Realisasi MoU MAS Babun Najah dan Prodi Pendidikan Kimia UIN Ar-Raniry
31 Juli 2026, MAS Babun Najah Banda Aceh melaksanakan kegiatan realisasi Memorandum of Understanding (MoU) dengan Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UINA